Tampilkan postingan dengan label festival film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label festival film. Tampilkan semua postingan

Mak Gondut Menangi Festival Film Nasional

Aneka Informasi - Mak Gondut Menangi Festival Film Nasional, berawal dari keinginannya untuk membantu anaknya, Samaria Simanjuntak yang merupakan sutradara Demi Ucok, Lina Marpaung pun menerima tawaran untuk berperan sebagai Mak Gondut di film tersebut.


Namun siapa sangka, aktingnya dinilai cukup cemerlang oleh para juri di Indonesian Movie Award 2013. Hingga akhirnya dalam festival film itu pun Lina pun dinobatkan sebagai peraih piala untuk kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik itu. Keputusannya menjadi salah satu pemeran dalam film produksi anaknya itu adalah karena alasan mencari pemeran ibu sangat susah pada saat itu dan menjadi satu pembuktian bahwa anaknya bisa eksis. "sekarang anak saya lagi di Seoul (Korea Selatan) jadi juri di film festival disana," tutur Lina seusai menerima piala tersebut di Jakarta. Mak Gondut alias Lina bukan kali ini saja meraih piala karena aktingnya. 

Dalam Festival Film Indonesia (FFI) yang berlangsung di Benteng Vredeburg, DIY, Desember 2012 lalu, ia juga meraih piala untuk kategori Pemeran Pembantu Wanita Terbaik. "Perasaannya heboh, karena saya tidak menyangka dengan nama-nama aktris pesaingnya yang bagus," ujar Lina. Dengan memperoleh penghargaan itu, maka Lina Marpaung pun telah mengalahkan Anisa Hertani (Soegija), Geraldine Sianturi (Demi Ucok), Gesatta Stella (Sanubari Jakarta), dan Sharena (Perahu Kertas) yang memenangkan Pendatang Baru Wanita Favorit.

Festival Film Korea di Indonesia

Aneka Informasi - Korean Film Festival 2013 dibuka dengan film "Boomerang Family" di blitzmegaplex Grand Indonesia, Jakarta, Selasa malam.Acara festival film ini digelar untuk mengenalkan film-film terbaru yang berisi budaya tradisional maupun kontemporer kedaerahan. Dalam acara yang juga dihadiri oleh  Kim Young Sun, selaku Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia dalam kata sambutannya.

Festival Film Korea di Indonesia

Pembukaan tersebut juga dihadiri oleh sutradara dan dua aktor dari film Boomerang Family, yaitu Song Hae Sung, tak ketinggalan Park Hae Il, dan juga Yoon Je Moon yang turut menggunting pita sebagai peresmian dibukanya dalam ajang KFF tahun 2013. Tampak juga kehadiran beberapa sutradara, aktor dan artis asal Indonesia, Christine Hakim, Roy Marten, Karina Salim, termasuk juga sutradara Joko Anwar, boyband S4, dan girlband SOS yang datang di pembukaan KFF 2013.

Sebuah acara festival film tahunan ini yang diselenggarakan resmi oleh Kedutaan Besar Republik Korea sejak 2009 berlangsung hingga 30 Juni 2013 lalu di blitzmegaplex Grand Indonesia dan Pacific Place di Jakarta serta Paris Van Java Bandung, sepertinya memang menuai kesuksesan.Sepuluh film Korea Selatan dari beragam genre yang masuk dalam box office ditayangkan dalam perhelatan ini. Tahun ini, KFF yang diadakan bertepatan juga dengan perayaan 40 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan.

Duta besar Republik Korea untuk Indonesia, Kim Young Sun, yang juga mengatakan bahwa hubungan budaya itu seharusnya berlangsung dua arah yang psitif. Oleh karena itu, maka akan diselenggarakan juga Indonesian Film Festival di Korea pada September mendatang.

Film Garapan Hitchcock Dicantumkan Sebagai Warisan Budaya

Film Garapan Hitchcock Dicantumkan Sebagai Warisan Budaya
Sembilan film bisu karya sutradara film di Inggris, Alfred Hitchcock telah dicantumkan UNESCO dalam daftar warisan budaya Inggris. Sejumlah film terlawas Hitchcock yang telah melalui proses restorasi yang panjang ditayangkan perdana di Institut Film Inggris (BFI) musim panas beberapa tahun lalu. Dan kini film-film itu masuk dalam daftar warisan budaya Inggris.

Daftar yang disusun itu dibuat dalam bentuk katalog di internet sejak 2010 menunjukkan kekayaan kebudayaan dan sejarah Inggris, mulai dari manuskrip abad pertengahan hingga pelopor bidang film. Kurator BFI, Robin Baker merasa senang dengan film-film itu, ia juga menjelaskan bahwa hasil restorasi arsip film yang sangat detil oleh BFI tidak hanya berhasil menarik penonton baru di berbagai belahan dunia tetapi juga pengakuan masyarakat internasional sebagai budaya dunia yang penting.

BFI membutuhkan waktu tiga tahun untuk merestorasi sembilan film bisu Alfred Hitchcock yang dibuat antara tahun 1925-1929 sebelum ditayangkan perdana saat Festival Film London tahun 2012. Semisalnya saja film pertamanya yang berjudul Pleasure Garden dan drama tentang tinju The Ring. The Hitchcock 9, yang juga disebut sebagai cetak blue film- film pascaperang sang sutradara yang paling terkenal, seperti Psycho dan Vertigo, saat ini ditayangkan di berbagai kota di Amerika Serikat.

Tahun lalu film Vertigo terpilih sebagai film terbaik sepanjang masa menurut majalah film yang diterbitkan BFI, Sight and Sound melalui jajak pendapat oleh kritikus film internasional.